Kolose 3:14
AYT: “Di atas semua itu, kenakanlah kasih, yang menjadi pengikat yang sempurna.”
TB: “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”
Ada begitu banyak literatur yang menjelaskan pentingnya persatuan dalam hidup kita—baik dalam keluarga, gereja, pekerjaan, maupun bangsa. Karena itu, muncul berbagai pernyataan populer seperti:
- Bhinneka Tunggal Ika
- Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh
- Ilustrasi sapu lidi, dan lain-lain
Namun kenyataannya, kita melihat bahwa persatuan tidaklah mudah:
- Suami istri bisa sulit bersatu
- Rekan kerja di kantor sulit bersatu
- Bahkan sesama jemaat pun bisa sulit bersatu
Jika dalam lingkup kecil saja kita sulit bersatu, bagaimana dengan kehidupan berbangsa dan bernegara yang penuh keberagaman?
Kasih adalah Pengikat yang Sempurna
Kita adalah orang-orang yang tidak sempurna. Kita memiliki banyak kekurangan:
- Mudah tersinggung
- Pendiam
- Kurang percaya diri
Namun ketika kita diikat oleh kasih yang sempurna, maka: Perbedaan bukan lagi kelemahan, Perbedaan justru menjadi kekuatan. Kata “pengikat” dalam bahasa asli adalah syndesmos, yang berarti perekat atau lem. Artinya, kita yang penuh kekurangan ini direkatkan oleh kasih. Dan ketika kasih itu bekerja, akan tercipta kekuatan yang dahsyat.
Namun Perhatikan: Sesuatu yang sudah direkatkan, apakah bisa lepas? Jawabannya: bisa.
Tetapi jika itu terjadi:
- Ia akan menyakiti yang lain
- Ia akan merusak sesuatu yang sudah dibangun dengan baik
Kolose 3:14 mengatakan: “Kenakanlah kasih.” Pertanyaannya: Mengapa Paulus memakai kata kenakanlah? Kata ini mengingatkan kita pada sesuatu yang kita pakai setiap hari—seperti pakaian atau perlengkapan. Efesus 6:11–17 (Perlengkapan Senjata Allah)
Paulus juga berkata: Kenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, Kita berjuang bukan melawan manusia, tetapi melawan kuasa gelap, Kita perlu:
- Ikat pinggang kebenaran
- Baju zirah keadilan
- Kasut Injil damai sejahtera
- Perisai iman
- Ketopong keselamatan
- Pedang Roh (Firman Allah)
1. Kesatuan dalam Kasih adalah Perlindungan yang Sempurna
Dunia ini kejam dan keras, dan kita hidup di dalamnya.
Roma 8:38–39 berkata: Tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah.
Menariknya, ayat ini tidak berkata: “tidak ada yang dapat memisahkan saya dari kasih Allah” Tetapi menggunakan bentuk “kita”, karena: Allah menyukai persatuan, Allah tidak menghendaki hidup sendiri (one man show). Bahkan sejak awal Allah berkata: “Tidak baik manusia seorang diri.”
Ketika kasih Allah merekatkan suatu hubungan: Tidak ada yang bisa memisahkan, Bahkan maut, malaikat, atau kuasa apa pun. Itulah sebabnya dalam bimbingan pranikah selalu ditekankan:
Dasar utama pernikahan adalah kasih. Jika hubungan dibangun karena kepentingan: Maka akan hancur oleh kepentingan lain
2. Kesatuan dalam Kasih adalah Kekuatan yang Hebat
Kesatuan dalam kasih: Menutup perpecahan, Menutup celah bagi Iblis, Memberikan ruang yang luas bagi persatuan
